Ketika Lansia Menolak Bantuan, Ini yang Harus Kamu Lakukan

Halo Sahabat OTO! Setuju nggak kalau, salah satu tantangan terbesar bagi caregiver (perawat) adalah menghadapi penolakan dari lansia yang mereka cintai

Merawat lansia bukan hanya tentang kasih sayang, namun tentang kesabaran saat berada dalam situasi yang sangat emosional, saat lansia marah, menolak makan, menolak mandi, bantuan mobilitas, menolak menggunakan popok dan lain-lain.

Sebagai caregiver kamu harus memahami bahwa dibalik sikap lansia yang keras kepala, ada perubahan fisik, emosional, bahkan neurologis yang tidak boleh diabaikan. Selain itu, penolakan yang mereka lakukan pun bukanlah bentuk perlawanan pribadi. Sebaliknya, itu adalah ekspresi dari rasa kehilangan kontrol, takut kehilangan martabat (dignity), dan rasa malu atas perubahan kondisi tubuh mereka.

Nah sebelum kamu bertindak, coba pahami alasan yang lansia rasakan sehingga bersikap seperti itu.

  1. Rasa malu, terutama dalam kasus inkontinensia, ada rasa malu yang mendalam karenaharus kembali menggunakan alat bantu seperti popok, layaknya anak kecil.
  2. Kehilangan kendali, sebelumnya lansia sudah terbiasa mandiri selama hidupnya.Kebutuhan untuk dibantu membuat mereka merasa kehilangan kontrol atas tubuh dankehidupannya.
  3. Rasa takut, ketika ia menerima bantuan adalah pengakuan bahwa kondisi merekasemakin memburuk.
  4. Kondisi psikologis, setelah pensiun lansia kehilangan kegiatan, teman hinggakehilangan pasangan dan merasa kekosongan emosional. Sehingga munculahperasaan tidak berguna, ditinggalkan, atau dianggap beban bisa memicu sikap defensif.

Tenang … ada tips yang bisa caregiver lakukan untuk mengatasi penolakan dari lansia.

  1. Gunakan komunikasi asertif tapi hangat

Hindari perintah seperti “harus” atau “cepat”. Ucapkan dengan kalimat singkat, suara lembut,dan tatapan sejajar mata. Contoh: “Kita bisa duduk di sini sebentar, lalu mandi bersama ya?”Kalimat ini terasa seperti ajakan, bukan paksaan.

  1. Gunakan komunikasi asertif tapi hangat

Salah satu cara paling efektif untuk mengatasi orang tua yang sulit diatur adalah denganmemberikan opsi terbatas.

Misalnya: “Ibu mau sarapan roti atau bubur?” Bukan hanya memudahkan pengambilankeputusan, strategi ini memberi mereka ruang untuk merasa punya kendali atas hidupnya.

  1. Perlakukan lansia seperti orang dewasa

Walau terkadang lansia kerap kali berprilaku tidak rasional, tetap perlakukan mereka layaknya orang dewasa, bukan anak-anak. Jadi cobalah untuk tidak memberi perintah kepada orang tua.

  1. Bangun rutinitas

Lansia sangat terbantu oleh rutinitas. Waktu makan, mandi, hingga aktivitas ringan sebaik nyatetap sama setiap hari. Rutinitas membangun rasa aman, meminimalkan kecemasan, dan membuat lansia lebih menerima instruksi.

  1. Rencanakan bersama lansia

Dengan melibatkan lansia dalam perencanaan perawatan jangka panjang, bisa membantu memotivasi mereka untuk menerima perawatan yang dibutuhkan.

Dengan menerapkan taktik komunikasi yang hangat, penuh empati, dan strategis ini, kamu tidak hanya mengatasi penolakan, tetapi juga memulihkan martabat dan rasa kendali yang sangat dibutuhkan lansia.

Nah, dalam upaya melengkapi kenyamanan lansia, gunakan popok dewasa yang tepat dari OTO, yang dilengkapi dengan daya serap maksimal, bahan yang lembut, dan desain yang anti-bocor, mengurangi kekhawatiran fisik dan menjaga kulit tetap sehat.

Keranjang Belanja