Membimbing Lansia Akrab dengan Dunia Digital

Di era serba digital ini, teknologi menjadi bagian yang penting dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya untuk berkomunikasi. Namun, bagi kebanyakan lansia masih belum terbiasa dan merasa asing serta rumit untuk menggunakannya.

Oleh sebab itu, kita sebaiknya mengajarkan mereka untuk terbiasa menggunakan teknologi, agar bisa terhubung dengan cucu, keluarga maupun kerabat untuk mengurangi rasa kesepian dan isolasi sosial. Selain itu, para lansia bisa melihat berita, atau bahkan menemukan kembali hobi lama secara online.

Namun, mengajarkan teknologi kepada orang tua atau lansia memang membutuhkan kesabaran ekstra. Rasa cemas terhadap perangkat yang rumit seringkali membuat mereka enggan mencoba dengan berbagai alasan, seperti aplikasi dan fitur yang kerap kali berubah, tulisan terlalu kecil, takut salah klik, takut kena penipuan dan lain-lain.

Berikut adalah tips sederhana agar orang tua Anda betah belajar dan menggunakan teknologi:

  1. Mulai dengan kebutuhan

Alih-alih langsung mengajarkan fungsi settings atau aplikasi yang rumit, fokuskan pembelajaran pada apa yang benar-benar mereka butuhkan atau inginkan. Misalnya cara kirim pesan, videocall. Ingat, perkenalkan secara perlahan, jangan terburu-buru. Jangan memperkenalkan terlalu banyak ikon atau menu sekaligus.

  1. Sederhanakan tampilan/ interface

Layar yang penuh ikon kecil dan notifikasi bisa sangat membingungkan. Manfaatkan fitur penyederhanaan yang ada di perangkat. Sekarang, smartphone memiliki “Mode Mudah” atau “Mode Lansia” yang membuat ikon lebih besar, font lebih jelas, dan mengurangi kekacauan pada layar utama. Selain itu, kamu juga bisa mengatur aplikasi tertentu saja yang ditampilkan.

  1. Ulangi penjelasan

Lansia mungkin memerlukan pengulangan lebih banyak karena memori jangka pendek yang menurun. Kamu bisa membuat panduan fisik dengan menuliskan langkah-langkah sederhana dikertas dengan font besar, misalnya:

  • Langkah 1: Tekan ikon hijau (WhatsApp).
  • Langkah 2: Tekan ikon wajah (Video Call) di kontak Cucu.
  1. Berikan rasa aman

Pastikan lansia merasa aman saat menggunakan teknologi dengan memastikan nomor kontak utama dan kontak darurat lainnya tersimpan sebagai kontak favorit atau shortcut yang mudah diakses.

Nah, semua sesi belajar akan berjalan lebih lancar jika lansia merasa nyaman secara fisik. Perasaan khawatir akan ketidaknyamanan atau kebocoran popok dapat merusak fokus dan suasana hati.

OTO Popok Dewasa hadir dengan desain yang pas di tubuh dan daya serap yang super, mengurangi risiko gangguan fisik. Dengan OTO, lansia dapat duduk, video call, dan scrolling dengan perasaan kering, aman, dan percaya diri. Biarkan teknologi mendekatkan jarak, dan biarkan OTO menjaga kenyamanan setiap momen interaksi

Keranjang Belanja