Tak terasa, tinggal menghitung hari menuju hari kemenangan. Momen yang ditunggu-tunggu oleh semua generasi, dari yang muda hingga lansia. Hari Raya Idul Fitri juga identik dengan beragam hidangan khas yang menggugah selera, seperti ketupat, opor ayam, rendang, dan aneka kue manis yang umumnya tinggi akan santan, lemak jenuh, gula dan garam.
Penting bagi kita untuk tetap memperhatikan pola makan, terutama bagi lansia. Sebagai caregiver kita harus menjadi “rem” agar momen kebersamaan ini tetap dapat dinikmati dengan sehat dan nyaman. Adapun cara untuk menyiasatinya adalah:
- Gunakan piring kecil
Sebaiknya gunakan piring berukuran yang kecil untuk mengambil hidangan bersantan. Secara psikologis, piring yang terlihat penuh walaupun ukurannya kecil akan membuat lansia merasa sudah makan banyak. - Menjaga jadwal makan
Usahakan tetap menjaga jadwal makan lansia dengan teratur. Hindari makan terus-menerus sepanjang hari hanyak karena banyak hidangan lebaran yang tersedia. Dengan menetapkan jadwal makan, tubuh lansia akan lebih mudah mencerna makanan dan menjaga kadar gula darah tetap stabil - Batasi makanan manis yang tersembunyi.
Kue kering seperti kastengel, nastar adalah sumber gula dan kalori yang tinggi. Lebih baik batasi konsumsinya dan ganti dengan camilan seperti kacang-kacangan atau buah-buahan yang lebih aman. - Mengonsumsi cukup air putih
Pastikan lansia minum air putih yang cukup, apalagi setelah sebulan menjalani puasa. Cairan yang cukup membantu tubuh tetap terhidrasi, memperlancar pencernaan, serta menjaga tubuh tetap bugar selama aktivitas silaturahmi. - Mengunyah makanan dengan perlahan
Dengan mengunyah makanan dengan perlahan, bisa membantu proses pencernaan dan membuat tubuh lebih cepat mereasda kenyang sehingga dapat mencegah makan yang berlebihan.
Dengan melakukan hal-hal ini, kamu dan keluarga bisa menikmati hangatnya hari raya Idul Fitri bersama lansia tersayang tanpa rasa cemas. Karena saat kesehatan dan kenyamanan mereka terjaga, kebahagiaan seluruh keluarga pun akan terasa lebih sempurna.

