Cara Mengajak Lansia yang Sulit Mandi

Mandi adalah rutinitas kebersihan esensial, namun bagi banyak lansia, ini bisa menjadi momen yang paling menakutkan dan sering ditolak sehingga kita membutuhkan effort lebih untuk membujuk mereka agar terhindari dari infeksi kulit, gatal-gatal hingga bau badan yang tidak sedap. Selain itu, cara memandikan lansia juga harus dilakukan dengan teknis yang tepat agar mereka merasa aman dan nyaman. Oleh karena itu, sebagai caregiver harus memberikan perhatian lebih pada lansia yang mandi adalah karena

  • Kulit lansia lebih sensitif 
  • Pergerakan sendi terbatas, sehingga rentan nyeri 
  • Risiko terpeleset 
  • Lansia dengan penyakit tertentu membutuhkan penyesuaian cara mandi

Biasanya penolakan mandi pada lansia bukan karena tidak ingin bersih, tetapi lebih sering disebabkan oleh:

  • Ketakutan : Takut jatuh, takut air panas/dingin takut atau malu telanjang di depan orang lain
  • Kehilangan kendali : Mandi ada adalah aktivitas yang melibatkan sentuhan intim, dan mereka merasa terpaksa atau tidak berdaya.
  • Kebingungan : Mereka mungkin lupa tujuan mandi atau merasa baru saja mandi.

Kunci utama seorang caregiver dalam menghadapi lansia yang sulit mandi adalah sabar, rutinitas dan hindari paksaan.

Ini strategi komunikasi dan pendekatan efektif yang bisa caregiver coba:

  1. Ubah istilah dan hindari perintah langsung
    Jangan pernah menggunakan kata-kata yang mengandung perintah, misalnya “ayo, cepat mandi sekarang!” namun gunakanlah bahasa yang lembut dan tidak mengancam “Ibu/ Ayah lelah ya setelah beraktivitasi, gimana kalau kita ciba yang bikin bada segar? Setelah itu, kita makan kue favorit ibu/ayah”
  2. Buat rutinitas dan waktu yang konsisten
    Dengan menciptakan rutinitas, lansia akan merasa lebih aman dan tidak merasa terkejut dengan ajakan yang terasa tiba-tiba.
  3. Ruangan dan peralatan mandi sudah siap
    Pastikan suhu kamar mandi dan air hangat, pencahayaan cukup, lantai bebas dari genangan air dan gunakan alas anti slip dan kursi mandi khusus. Selain itu, kamu juga tetap harus memberikan privasi mereka dengan menutupi area tubuh yang sedang tidak dicuci atau dibersihkan dengan kain atau handuk, serta jelaskan setiap langkah yang akan kamu lakukan sebelum menyentuh mereka.
  4. Gunakan distraksi dan pilihan terbatas
    Jika lansia mulai menunjukkan agitasi, segera alihkan perhatian mereka.
    • Distraksi Sederhana : Ajak mereka bernyanyi lagu favorit, atau biarkan mereka memegang sesuatu di tangan (misalnya, spons berwarna cerah atau botol sabun).
    • Berikan Kontrol : Berikan pilihan kecil. “Kamu mau pakai sabun wangi mawar atau yang eucalyptus?” atau “Mau keramas dulu atau cuci kaki dulu?”
  5. Fleksibilitas
    Tujuan utama dari mandi adalah kebersihan, jika lansia benar-benar menolak, kamu bisa memberikan opsi mandi spons (sponge bath). Fokus pada area yang paling penting dibersihkan (perineal area, ketiak, wajah) menggunakan waslap hangat dan sabun tanpa perlu masuk ke shower atau bathtub. Ini tetap efektif untuk menjaga kebersihan dan kesehatan kulit.

Rutinitas mandi adalah kunci, kebersihan harian di area sensitif harus dijaga. Popok dewasa yang tidak breathable atau dibiarkan basah terlalu lama dapat memperparah iritasi dan membuat mereka semakin menolak untuk disentuh. Gunakan OTO Popok Dewasa untuk membantu menjaga kesehatan kulit karena bahannya yang super lembut dan daya serapnya tinggi.

Keranjang Belanja