Bulan Ramadan adalah bulan yang ditunggu-tunggu, karena keistimewaannya. Di bulan ini, setiap muslim berlomba-lomba melakukan berbagai kebaikan. Hal ini juga berlaku bagi para lansia yang masih ingin menjalankan ibadah puasa. Padahal, dalam kondisi tertentu, puasa tidak diwajibkan bagi beberapa golongan, termasuk lansia yang memiliki keterbatasan kondisi fisik atau kesehatan.
Sebagai caregiver, kita harus memberikan perhatian extra. Karena tantangan terbesar saat berpuasa bukan hanya rasa lapar, melainkan dehidrasi. Secara biologis, cadangan air dalam tubuh lansia lebih sedikit dibandingkan orang muda. Selain itu, kemampuan tubuh untuk merasakan rasa haus juga cenderung menurun, sehingga lansia sering kali tidak menyadari bahwa tubuh mereka sudah kekurangan cairan.
Jika badan kekurangan cairan, bisa-bisa memicu lemas, pusing sampai gangguan fungsi ginjal loh! Lalu, bagaiaman caranya agar lansia yang menjalankan ibadah puasa agar tidak membahayakan kesehatan?
- Jangan skip sahur.
Sahur sangat penting karena menjadi sumber energi bagi tubuh agar tetap kuat menjalani puasa sepanjang hari. - Perhatikan makanan yang dikonsumsi ketika berbuka.
Pilih makanan yang bernutrisi seperti tinggi protein dan rendah lemak. Batasi konsumsi makanan atau minuman yang terlalu manis, tinggi natrium, serta makanan berlemak tinggi. - Jadwalkan minum dengan rumus 2-4-2 agar kebutuhan air terpenuhi.
• 2 gelas saat berbuka
• gelas di malam hari
• gelas saat sahur.
- Pastikan jam tidur tetap terpenuhi.
Selama bulan suci Ramadan, membuat pola tidur berubah. Karena itu, pastikan lansia tetap mendapatkan waktu istirahat yang cukup dengan tidur lebih cepat karena akan bangun sahur, lakukan power nap di siang hari selama 20-30 menit agar tubuh tetap segar. Selain durasi tidur, pastikan juga kualitas tidur tetap baik agar tubuh dapat beristirahat dengan optimal.
Pada akhirnya, keputusan lansia untuk berpuasa perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing. Jika diperlukan, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar ibadah puasa dapat dijalankan dengan aman. Dengan perhatian, pendampingan, dan pola makan serta minum yang tepat, lansia tetap dapat menjalani Ramadan dengan lebih sehat, nyaman, dan penuh makna.

