Halo Sahabat OTO! Tak terasa libur lebaran telah usai ya. Gema takbir berganti sunyi, suara riud dari anak hingga cucu di rumah kini tinggal kenangan karena mereka sudah kembali ke perantauannya. Bagi lansia, ini menjadi momen yang berat. Fenomena ini sering disebut Post-Lebaran- Blues, yaitu perasaan sepi, hampa yang muncul setelah keriuhan momen lebaran yang hangat.
Sebagai anak maupun caregiver, kita harus memastikan keadaan lansia tetap baik-baik saja. Karena kesepian pada orang tua dibiarkan, dapat meningkatkan risiko mereka terkena gangguan mental seperti depresi.
Mengapa lansia rentan merasa kesepian?
Setelah hari-hari yang penuh dengan suka cita, mulai dari mengobrol, bermain bersama cucu hingga makan bersama– hormon kebahagiaan meningkat pesat. Namun, saat semuanya sudah pergi, maka hormonpun ikut menurun dan menyisakan rasa hampa pada lansia. Jika hal ini tidak dikelola, bosa menyebabkan pada kesehatan fisik, seperti menurunnya nafsu makan, gangguan tidur hingga depresi.
Kenali tanda kesepian pada lansia
Penting sekali untuk mengenali tanda kesepian pada lansia agar bisa menjadi langkah pencegahan kondisi kesehatan yang menurun:
- Perubahan nafsu makan
- Perubahan mood
- Gangguan tidur
- Perilaku konsumtif
Cara mengatasi kesepian
Bantu orang tua lansia kita agar tetap tersenyum dengan melakukan beberapa hal ini:
- Jadwalkan telfon atau video call secara rutin: jangan biarkan komunikasi terputus setelah lebaran. Tetaplah rutin berkomunikasi agar mereka merasa tetap “terlibat” dalam keseharian cucu-cucunya.
- Cetak foto momen lebaran: Lansia lebih menyukai hal fisik. Dengan mencetak foto momen kebersaan saat lebaran, memberikan rasa hangat.
- Kembali ke rutinitas dan hobi: Berikan dukunag pada lansia untuk kembali melakukan hobinya. Karena rutinitas isa menjadi obat terbaik bagi rasa yang hampa.
- Perhatikan kesehatan fisik: Pastikan lansia tetap aktif beraktivitas. Bantu mereka untuk melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki di pagi hari untuk memicu hormon endorfin.
Saat libur lebaran selesai, rumah pasti terasa lebih sunyi dan sepi. Namun, kita harus tetap memastikan hati mereka terasa hangat dengan terus memberikan perhatian khusu dan kasih sayang yang utuh.

