The 5 Love Languages untuk Lansia Tersayang

Halo Sahabat OTO! Kamu tahu kan bahwa setiap orang memiliki love languages atau bahasa kasih yang berbeda-beda? Begitu pula dengan Lansia. Kadang kita merasa sudah memberikan fasilitas yang terbaik, namun orang tua kita masih merasa kesepian, bahkan tidak diperhtikan. Bisa jadi karena bahasa kasih yang tidak sesuai, padahal memahami bahasa adalah kunci untuk menjaga kebahagiaan mental mereka. 

Yuk kita pahami 5 bahasa kasih agar menjadi bakti yang tepat sasaran.

  1. Words of Affirmation (Kata-kata Pendukung)
    Bagi sebagian lansia, mendengar kalimat “Terima kasih sudah membesarkanku” atau “Masakan Ibu masih yang terbaik” jauh lebih berharga daripada hadiah mahal. Jadi, kamu bisa berikan pujian yang tulus atau sekadar mengucapkan “Aku sayang Ayah, Aku sayang Ibu” sebelum berpamitan. Kata-kata ini memberikan rasa bahwa mereka masih relevan dan dihargai.
  2. Quality Time (Waktu Berkualitas)
    Seiring bertambahnya usia, hal yang paling ditakutkan oleh para lansia adalah merasa diabaikan. Karena itu, bagi mereka yang memiliki love language kebersamaan atau kehadiran, waktu yang kita berikan menjadi hadiah yang sangat berarti.
    Cara terbaik untuk menunjukkannya adalah dengan meluangkan waktu bersama, mendengarkan cerita masa lalu mereka, meski mungkin sudah kita dengar puluhan kali. Bagi mereka, telinga yang mau mendengarkan adalah bentuk perhatian yang paling nyata.
  3. Physical Touch (Sentuhan Fisik)
    Bagi lansia dengan bahasa kasih sentuhan fisik, usapan di punggung, genggaman tangan bisa memberikan rasa aman dan juga mengurangi kecemasan.  Sederhananya, kita bisa memegang tangannya saat berjalan bersama, memberikan pelukann hangat ketika menyapa. Sentuhan ini membantu mereka merasa tetap terhubung dengan orang-orang yang dicintai.
  4. Act of Service (Pelayanan)
    Ini adalah bahasa kasih yang paling umum dalam dunia caregiving. Membantu mereka melakukan hal yang tidak lagi bisa mereka lakukan sendiri adalah bentuk pengabdian. Beberapa hal yang bisa kamu lakukan adalah seperti membantu memotong kuku, memijat kaki dan memastikan kebutuhan harian mereka terpenuhi.
  5. Receiving Gifts (Hadiah yang Bermanfaat)
    Hadiah yang diberikan tidak harus mewah, yang penting adalah yang bisa menunjukkan bahwa kita, sebagai caregiver memikirkan kebutuhan mereka. Caranya bisa dengan membelikan makanan favoritnya, menyiapkan camilan kesukaan, membelikan pakaian yang nyaman, atau memberikan barang yang mendukung aktivitas sehari-harinya. Salah satunya dengan memberikan perlindungan terbaik seperti OTO Popok Dewasa juga bisa menjadi hadiah penuh perhatian, karena bukan hanya soal produk, tetapi tentang rasa aman, nyaman, dan kepedulian yang kita berikan setiap hari.

Kesimpulannya, kasih sayang pada lansia tidak selalu tentang hal-hal besar atau memberikan hadiah yang mewah. Tetapi dengan memahami bahasa kasih apa yang ingin mereka terima. Dengan kombinasi perhatian emosional dan dukungan perlindungan dari OTO, kita memastikan masa tua mereka penuh dengan rasa cinta, kenyamanan, dan martabat yang terjaga.

Keranjang Belanja