Ketika lansia mulai sering mengompol, penting bagi kita sebagai caregiver untuk mencari tahu penyebab serta solusi yang tepat. Kondisi ini dikenal sebagai inkontinensia urine, yaitu keadaan ketika lansia mengalami penurunan kontrol terhadap kandung kemih. Meski cukup umum terjadi pada usia lanjut, bukan berarti kondisi ini boleh dibiarkan tanpa penanganan dan perhatian yang tepat.
Penyebab Lansia Sering Mengompol
Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan kandung kemih lansia tidak lagi sekuat dulu
- Melemahnya Otot Kandung Kemih
Seiring bertambahnya usia, otot-otot pada kandung kemih mulai kehilangan elastisitasnya.
- Kandung Kemih Terlalu Aktif (Overactive Bladder)
Otot kandung kemih berkontraksi tiba-tiba sebelum penuh, menciptakan rasa ingin pipis yang sangat mendesak.
- Kondisi Medis Tertentu
Penyakit seperti diabetes, stroke, parkinson, atau infeksi saluran kemih (ISK) sering kali mengganggu saraf yang mengirimkan sinyal berkemih ke otak.
- Hambatan Fisik
Kadang, fisik Eyang yang lambat karena radang sendi (rematik) membuat mereka tidak sempat sampai ke toilet tepat waktu.
Perlu diingat jika lansia sering mengompol, jangan sampai mereka membatasi asupan cairan, karena jika kurang minum justru memicu dehidrasi dan dan infeksi saluran kemih yang memperparah ngompol.
Solusi Mengatasi Inkontinensia pada Lansia
Saat menghadapi kondisi ini, penting bagi kita untuk tetap memberikan dukungan kepada lansia agar mereka merasa nyaman dan dihargai. Hindari marah atau mengeluh di depan mereka, karena hal tersebut dapat membuat lansia merasa stres dan justru memperburuk kondisi kandung kemihnya. Selain itu, ada beberapa langkah lain yang juga bisa dilakukan untuk membantu mengurangi ketidaknyamanan yang dialami lansia:
- Latihan Senam Kegel
Ajak lansia untuk melakukan senam kegel setiap pagi untuk membantu memperkuat kembali otot-oto dasar panggul mereka.
- Buat Jadwal Toilet (Toilet Training)
Bantu lansia menjadwalkan waktu ke toilet, misalnya setiap 2 atau 3 jam sekali bahkan sebelum mereka merasa kebelet untuk mengurangi risiko mengompol.
- Perhatikan Asupan Minum
Pastikan lansia tetap cukup minum agar tidak dehidrasi, tetapi hindari minuman berkafein yang dapat memicu buang air kecil lebih sering.
- Gunakan Perlindungan Tambahan
Perlindungan tambahan diperlukan untuk membantu lansia merasa lebih aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitas. Gunakan OTO Popok Dewasa sebagai perlindungan maksimal karena memiliki daya serap yang tinggi dan nyaman di kulit.
Inkontinensia urin memang tantangan fisik di usia senja, tetapi hal ini sama sekali tidak mengurangi nilai dan kehormatan orang tua kita. Dengan penanganan yang sabar, teknik pendampingan yang tepat, serta perlindungan higienis dari OTO, lansia bisa tetap menjalani hari-hari tuanya dengan bersih, kering, dan penuh percaya diri.

